Bolshevisme dan “Demoralisasi” Tentara

Lenin

Setiap orang sedang meneriakkan keinginan atas “pemerintahan yang kuat”. Yang bisa menyelamatkan hanyalah kediktatoran, “disiplin baja”, dalam bagaimana menenangkan dan membuat tunduk anggota-anggota kepala batu golongan Kanan ataupun Kiri. Kita tahu siapa yang bisa tenang. Golongan Kanan sedang tidak gaduh, mereka sedang bekerja. Beberapa dari mereka ada di pemerintahan, sebagian lainnya di pabrik-pabrik, yang semuanya mengancam menutup pabrik, memerintahkan pembubaran resimen-resimen, dan mengancam memberi hukuman kerja paksa. Konovalovs dan Tereshchenkos dengan bantuan Kerensky dan Skobelevs, sedang bekerja secara terorganisir untuk mencapai tujuannya. Dan mereka tidak harus ditenangkan.

Apa yang kita punya hanyalah kebebasan berbicara.
Tapi mereka mau mencabutnya.
Pravda dihambat dari front. “Agen” di Kiev sudah memutuskan untuk tidak menyebarkannya. Perkumpulan Zemstvo tidak lagi menjual Pravda dalam kios-kiosnya. Lalu kita diberi janji untuk “penentangan sistematis melawan ajaran Leninisme” (Izvestia). Di lain pihak, setiap protes-protes spontan, dampak apa saja, dipersalahkan kepada kita.
Ini juga suatu cara menghancurkan Bolshevisme.
Metode yang bagus untuk dicoba.
Karena tidak bisa mendapatkan panduan yang jelas, serta secara instink sadar akan kesalahan dan ketidaktepatan posisi pemimpin-pemimpin resmi demokrasi, massa kemudian terpaksa mencari jalan keluarnya sendiri.
Hasilnya adalah setiap yang tidak puas, kaum revolusioner yang berkesadaran klas, petempur-petempur yang marah dan mencari rumah desanya, yang melihat perang tidak berakhir juga, dan terkadang orang-orang sederhana yang keluar untuk menyelamatkan diri, bergabung di bawah bendera Bolshevik.
Dimana Bolshevisme punya kesempatan untuk mengudarakan pandangannya secara terbuka, di situ pula kita tidak menemukan disorganisasi.
Dimana tidak ada kaum Bolshevik atau dimana kaum Bolshevik tidak diijinkan bicara, di situ pulalah kita menemukan hal-hal yang keterlaluan, demoralisasi, dan pseudo-Bolshevik.
Dan itulah yang dibutuhkan musuh kita.
Mereka membutuhkan dalih untuk mengatakan: “Kaum Bolshevik mendemoralisasi tentara”, lalu membungkam mulut kita.
Untuk sekaligus mengalahkan fitnah “musuh” dan pengacauan yang menggelikan terhadap Bolshevisme, kita akan mengambil cuplikan bagian kesimpulan selebaran yang diedarkan pada tentara oleh satu orang utusan yang menghadiri Kongres Seluruh Rusia masalah perempuan.
Ini dia:
“Kawan, kalian harus mengatakan ini.
“Jangan sampai kita membuat perjanjian dengan kaum borjuis!
“Seluruh Kekuasaan untuk Soviet Pekerja dan Perwakilan Prajurit!
“Ini tidak berarti kita tidak akan segera menggulingkan pemerintahan yang ada sekarang atau melakukan pembangkangan. Sejauh ini sebagian besar rakyat masih mendukung dan percaya bahwa lima orang sosialis masih mampu mengatasinya dengan tenang, kita tidak boleh membuang-buang kekuatan kita pada pemberontakan yang tidak jelas.
“Tidak akan pernah!
“Hemat kekuatanmu! Bergabunglah secara bersama-sama dalam pertemuan-pertemuan! Bikin resolusi-resolusi! Tuntut supaya kekuasaan ada di tangan Soviet-Soviet Buruh dan Perwakilan Prajurit! Yakinkan orang-orang yang tidak setuju pada kita! Kirimkan resolusi kalian untuk Kongres di Petrograd kepada saya atas nama resimenmu, agar saya bisa mengutip suaramu di sana!
“Tapi berhati-hatilah terhadap orang-orang yang berlagak seperti Bolshevik, tapi memprovokasi kalian melakukan kerusuhan dan kekacauan, untuk menutup-nutupi kepengecutannya! Ketahuilah bahwa walaupun sekarang mereka bersama kalian, saat mara-bahaya yang pertama datang, mereka akan menjualmu ke penguasa lama.
“Kaum Bolshevik yang sejati menyerukan kepada kalian perjuangan yang berkesadaran revolusioner, bukan membuat kerusuhan-kerusuhan.
“Kawan-Kawan! Kongres Seluruh Rusia akan memilih wakil-wakilnya, kepada siapa Pemerintah Sementara bertanggung-jawab, menunggu sidang Dewan Perwakilan.
“Kawan-Kawan! Pada Kongres tersebut saya akan menuntut:
“Pertama. Seluruh kekuasaan harus ke tangan Soviet Pekerja dan Pewakilan Prajurit.
“Kedua. Satu usulan perdamaian tanpa aneksasi dan ganti rugi segera dibuat atas nama seluruh rakyat kita kepada rakyat dan pemerintah dari negara-negara yang terlibat perang, baik itu sekutu-sekutu ataupun musuh kita. Jika suatu pemerintahan ingin mencabutnya maka rakyatnya sendiri akan menggulingkannya.
“Ketiga. Bahwa uang yang dikeluarkan untuk biaya perang harus dirubah menjadi kebutuhan negara dengan melakukan penyitaan terhadap keuntungan perang yang didapat kaum kapitalis.
“Kawan-Kawan! Hanya dengan pengalihan kekuasaan ke demokrasi, di Rusia, Jerman, dan Prancislah, hanya dengan penggulingan pemerintahan borjuasi di seluruh negaralah, perang dapat diakhiri.
“Tugas kita berawal dari sini. Dan tugas kita sekarang adalah mendorong maju revolusi dunia dengan memiliki pemerintahan rakyat Rusia yang diakui sepenuh-penuhnya  dan membuat perdamaian dengan seluruh pemerintahan di Eropa serta dengan memperkuat kerjasama dengan kaum demokrat-revolusioner Eropa Barat.
“Terkutuklah pemerintahan borjuis yang masih melanjutkan perang sesudah ini.
“Bersama-sama dengan rakyatnya kita akan melakukan peperangan melawan pemerintah tersebut.
“Seluruhnya ini, atas nama kalian, akan saya katakan pada pemerintah kita di Petrograd sesudah saya terpilih pada Kongres di Petrograd.
 “Anggota Komite Tentara dari Tentara Kesebelas, Utusan Komite Sentral Partai Buruh Sosial Demokrat (Bolshevik) pada Kongres Front Barat Daya, tertanda Krylenko.”
Takkan seorangpun dari orang yang mau bersusah-payah membaca Resolusi Partai kita bisa gagal melihat bahwa keseluruhan intinya secara tepat telah diungkapkan oleh Kawan Krylenko.
Kaum Bolshevik menyerukan kepada kaum proletariat, tani miskin dan seluruh orang yang membanting-tulang dan menderita kepada perjuangan revolusioner, bukan kepada kerusuhan dan kekacauan-kekacauan.
Hanya suatu pemerintahan rakyat yang sejati, satu pemerintahan milik mayoritas bangsalah, yang mampu mengikuti jalan yang tepat untuk memimpin umat manusia dalam menggulingkan beban yagn ditimpakan kaum kapitalis, yang membebaskan kita dari horor dan kesengsaraan akibat perang imperialis, dan ke serta hanya perdamaian yang terakhir.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.