Tentang Bagaimana Membangun Organisasi Kelas Tani

1. Organisasi Sebagai Kereta Api Dan Pedang Perjuangan Kelas Tani

Mengapa harus berorganisasi? Apa kekuatan organisasi?
Kebanyakan orang mulai berorganisasi jika keinginan-keinginannya dipenuhi oleh organisasi tersebut. Berbagai latar belakang mendorong orang masuk dalam organisasi. Ada yang berlatar belakang heroisme, patriotisme, karir, ikut-ikutan, ingin tahu, dendam atau apapun juga sebagai motivasi awal. Namun sesuai dengan perkembangannya, –organisasi akan mengarahkan setiap anggotanya sesuai dengan kemampuan masing-masing agar berguna buat kepentingan dan tujuan organisasi
Sebagi sebuah organisasi perjuangan, sebuah organisasi revolusioner sangat ditentukan oleh kekuatan massa rakyat, anggota dan kepemimpinannya. Tapi diatas semua itu: politik dan ideologilah yang akan lebih banyak menentukan watak perjuangan setiap anggota dan organisasi itu sendiri. Sebanyak apapun anggotanya, sekuat apapun fasilitas yang dimiliki oleh organisasi, ia akan tumpul dan tidak menjadi senjata perjuangan yang ampuh jika tidak dipimpin oleh ideologi dan politik.

Organisasi adalah alat untuk mencapai ideologi dengan politik atau cara tertentu. Untuk mencapai tujuan (ideologi) dan melalui cara (politik) tertentu tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa kepemimpinan, anggota atau tanpa dukungan massa kelas buruh yang luas. Maka sebuah organisasi diperlukan sebagai alat yang menyatukan kekuatan setiap anggotanya, massa rakyat dan kepemimpinan dalam satu komando bersama.

Secara mudah untuk mengerti kesatuan antara pimpinan, anggota dan massa rakyat dalam sebuah organisasi adalah dengan mengambil perumpamaaan. Seperti sebuah kereta api, organisasi memelurkan lokomotif yang akan menarik dan memimpin perjalanan gerbong-gerbong (Cabang-ranting-anggota-kader) yang berisikan penumpang (massa rakyat). Kereta api tersebut memerlukan cara atau jalan untuk mencapai tujuan akhirnya. Ia harus mampir dibeberapa stasiun, mengisi bahan bakar, memperbaiki mesin, menambah atau mengurangi gerbong, menambah atau mengurangi penumpang, sesuai dengan kekuatannya

Organisasi juga dapat dilihat sebagai sebuah pedang, alat tempur untuk mengalahkan musuh-musuh rakyat. Kekuatan dan ketajaman pedang sangat tergantung pada kemampuan pimpinan, anggota dan massa rakyat yang sedang melawan kezaliman dan ketidak adilan. Organisasi seperti pedang, kalau tidak terus diasah dan digunakan akan menjadi karatan dan tidak berguna. Oleh karena itu kekuatan organisasi sebenarnya sangat tergantung pada pertentangan kritis didalam tubuh organisasi dan pertempuran nyata melawan penindasan yang akan semakin membuat organisasi semakin kuat dan tajam.
Apa itu ideologi dan apa itu politik?
Ideologi adalah tujuan akhir yang diinginkan! Sistem massa rakyat macam apa yang dicita-citakan! sampai sekarang ideologi yang menjadi jelas bagi perjuangan adalah ideologi yang berisikan nilai-nilai kerakyatan, keadilan dan demokrasi. Keinginan dan dorongan untuk membentuk masyarakat yang semulia-mulianya demikian itulah yang menjadi batu bara bagi kereta api perjuangan kita. Ideologi itulah yang sebagai bahan dasar terbentuknya pedang. Kekuatan sebuah pedang akan sangat ditentukan oleh bahan dasarnya. Jika bahan dasarnya tidak kuat dan mudah rusak maka pedang tersebut pun akan mudah rusak atau terpatahkan oleh lawan. Jika pedang tersebut terbuat dari baja yang tidak terkalahkan maka pedang tersebut tidak akan rusak dan patah oleh pedang apa pun juga. Ideologi adalah baja yang membentuk pedang untuk perjuangan.
Politik adalah rel kereta dan stasiun-stasiun perhentian yang memang harus dilewati untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, untuk menambah bahan bakar dan memeriksa kekuatan lokomotif yang menarik setiap gerbong. Politik adalah jurus-jurus memainkan pedang. Apakah pedang tersebut digunakan dalam jurus membabat, menangkis, menghindar, menyerang, menusuk leher atau jantung lawan. Politik adalah soal cara agar bisa menjatuhkan lawan agar lawan dapat dengan mudah dikuasai.

II. Prinsip-Prinsip Dasar Organisasi:

Dalam organisasi dikenal prinsip-prinsip organisasi yang berlaku secara keseluruhan disetiap tingkatan dan lini organisasi. Prinsip-prinsip ini melekat di setiap anggota, pimpinan dan organ-organ didalam organisasi. Ada lima prinsip penting yang menjadi landasan utama, yaitu:

Apa Makna Garis Massa
Massa berarti sekelompok orang yaitu bagian dari rakyat yang sudah sadar politik, sadar akan ketertindasannya serta keharusan untuk melawan. Prinsip garis massa adalah prinsip yang mengatur agar organisasi tidak jatuh pada komandoisme atau kecenderungan untuk bergerak jauh meninggalkan kesadaran politik obyektif massa dan situasi politik sehingga organisasi hanya bergerak berdasarkan pikiran-pikiran subyektifnya saja yang jauh diatas keberanian massa rakyat. Massa rakyat adalah tulang punggung dalam perjuangan demokrasi, massa rakyatlah yang akan bergerak untuk merebut kekuasaan dan masa depannya untuk kepentingan massa rakyat juga. Garis massa hanya akan bisa dimiliki oleh organisasi progresif yang selalu berada dalam perjuangan bersama dengan massa rakyat. Garis massa pun mempertegas arti bahwa perjuangan ini semua adalah untuk kepentingan massa rakyat. Dalam pelaksanaannya setiap anggota harus hidup ditengah massa rakyat, mendengar pandangan-pandangan rakyat dan kemudian menyimpulkan serta melaporkan pada organ yang diatasnya. Organ yang lebih atas kemudian mempelajari dan memutuskan langkah dan gerak yang harus diambil oleh anggota pada massa rakyat dimana dia tinggal dan berjuang bersama. Massa rakyat adalah tulang punggung dalam perjuangan demokrasi, massa rakyatlah yang akan bergerak untuk merebut kekuasaan dan masa depannya untuk kepentingan massa rakyat juga. Garis massa hanya bisa dimiliki oleh organisasi yang selalu berada dalam perjuangan bersama dengan massa rakyat.

Apa Makna Disiplin dan Demokratis
Disiplin adalah bersifat utama dan strategis sedangkan demokratis adalah bersifat sekunder dan taktis untuk menuju disiplin. Untuk menjalankan organisasi maka yang utama adalah kesepakatan-kesepakatan yang harus dipatuhi secara disiplin agar roda demokrasinya dapat berjalan dan menguatkan organisasi. Disiplin harus dijalankan dan ditegakan oleh setiap anggota. Semua keputusan diambil dalam forum demokratis berdasarkan suara mayoritas. Kalau sudah menjadi keputusan maka harus dijalankan oleh seluruh orang yang mengambil keputusan tersebut. Walaupun minoritas tidak setuju namun dia pun harus ikut menjalankan, sampai saat yang ditentukan untuk meninjau ulang keputusan tersebut. Prinsip disiplin-demokratis adalah prinsip yang menjaga agar organisasi tidak terjebak ke dalam birokratisme dan liberalisme.

Apa Makna Kolektivisme
Kolektivisme erat hubungannya dengan kepemimpinan. Artinya kepemimpinan organisasi tidak bisa berdasarkan individual namun merupakan kerjasama dalam sebuah kolektif baik dari tingkatan paling atas maupun ditingkatan paling rendah. Bahkan setiap anggota yang bekerja dikalangan massa rakyat (yang melakukan pengorganisiran) hendaknya mempraktekan kepentingan kolektif tersebut. Kolektivisme juga menyangkut pada persoalan kehidupan sehari-hari anggota. Setiap anggota adalah bagian dari sebuah kolektif atau bahkan lebih dari satu. Kesulitan seorang kawan adalah kesulitan bersama dan harus dipecahkan secara bersama-sama. Persoalan kolektif adalah persoalan setiap anggota kolektif.

Apa Makna Kepeloporan
Kepeloporan berarti selalu mengambil inisiatif, merintis, pemula. Kepeloporan politik berarti minimal orang/kelompok/organisasi lain menerima dan mendukung program politik kita (maksimal orang/kelompok/organisasi lain masuk dan menjadi bagian secara organisasional pada organisasi kita). Prinsip kepeloporan juga untuk mengatur agar organisasi tidak terjebak pada kecenderungan buntutisme, yaitu suatu praktek organisasi yang bergerak berda dibelakang kesadaran politik obyektif massa dan situasi politik, sehingga keberanian massa rakyat yang seharusnya terpimpin menjadi tidak terpimpin dan mengarah pada anarkhisme. Kepeloporan hanya bisa dimiliki oleh sebuah organisasi yang berisikan anggota yang tertempa secara ideologi dan politik.

Apa makna kepentingan individu dibawah kepentingan orang banyak; subordinasi organ yang lebih rendah tunduk pada organ yang lebih tinggi.
Setiap anggota berlatih untuk menempatkan kepentingan pribadinya dibawah kepentingan orang banyak atau kepentingan kolektif. Kedua kepentingan itu bisa saja berbenturan tinggal bagaimana persoalannya mengatur dan mendahulukan kepentingan kolektif tanpa harus meniadakan kepentingan individu. Setiap anggota tunduk pada keputusan bersama. Apabila ada yang mengambil langkah sendiri maka dia harus berani mempertangungjawabkan pada organisasi atau kolektifnya.

Langkah sendiri boleh diambil namun tidak boleh bertentangan dengan keputusan organisasi. Jika langkah yang diambil menghasilkan sesuatu yang salah maka dia harus siap menerima sanksi organisasi. Jika langkah yang diambil ternyata benar dan menguatkan maka kolektif harus mengevaluasi dan menjadikan langkah individual tersebut sebagai langkah bersama. Individu berhak melakukan kritik dan bertangungjawab untuk melaksanakan evaluasi dan oto-kritik.
Organ yang lebih bawah tunduk pada keputusan organ yang lebih atas. Dalam periode diskusi, organ yang lebih bawah memberikan masukan berupa laporan penilaian dan evaluasi serta rekomendasi pada organ yang lebih atas, organ yang lebih atas menilai dan mengeluarkan rekomendasi. Setelah rekomendasi sudah merupakan keputusan dan periode atau masa diskusi berakhir, maka keputusan tersebut diberikan pada organ bawah untuk dilaksanakan.

Organ yang lebih bawah atau tidak boleh tidak sepakat dengan keputusan organ yang diatasnya tapi harus melaksanakan keputusan samapia selesai, dan dibuka lagi kesempatan diskusi untuk meninjau keputusan tersebut. Organ yang lebih bawah bisa melakukan kritik pada organ yang diatasnya tapi harus juga melakukan evaluasi dan oto-kritik. Organ yang lebih bawah boleh dan bisa mengambil langkah-langkah yang berbeda dengan organ yang diatas namun tidak boleh bertentangan dan harus bertanggung jawab pada organ yang lebih atas.

Organ yang lebih atas harus mengambil keputusan melalui laporan penilaian, evaluasi dan rekomendasi dari organ yang lebih bawah. Organ yang lebih atas harus bisa menerima evaluasi dan kritik dari bawah. Organ yang lebih atas berhak menjatuhkan sangsi pada organ yang lebih bawah dan menerima masukan tambahan dari organ yang lebih bawah yang bersifat mempermudah kerja/keputusan organisasi.

III. Bekerja berdasarkan kerja/tugas Prioritas Organisasi dan Standar tetap Organisasi.

Kerja atau tugas prioritas dan standar tetap organisasi adalah strategi dan taktik dalam berorganisasi. Organisasi perjuangan dibangun untuk memberikan arahan-arahan perjuangan politik terhadap situasi politik yang cepat berkembang. Oleh karena itu standar tetap organisasi bersifat mengabdi pada kerja prioritas. Namun standar tetap organisasi harus tetap ada supaya dapat merespon kebutuhan prioritas secara maksimal.
Apa arti Standar tetap Organisasi?

Walaupun standar tetap organissai bersifat taktis dan mengabdi pada kerja atau tugas prioritas, namun stndar tetap organisasi adalah persediaan yang harus tetap terpelihara dengan disiplin yang ketat. Sebuah organisasi memiliki standar perkembangannya berdasarkan ketetapan-ketetapan yang tertinggi yaitu Rapat Umum Organisasi. Standar mengarahkan aturan-aturan, tata tertib sampai petunjuk pelaksanaan dalam berorganisasi.

Apa saja yang harus menjadi standar tetap organisasi?
Yang harus menjadi standar tetap organisasi secara umum, adalah:
1.      Soal rapat-rapat kepengurusan atau departemen
2.      Mekanisme diskusi, laporan dan instruksi
3.      Sistem, silabus dan kurikulum pendiduikan
4.      Sistem rekrutmen dan syarat keanggotaaan
5.      Sistem dan level keanggotaan
6.      Tugas dan tanggung jawab anggota
7.      Pengembangan organisasi

Apa arti kerja prioritas?
Prioritas adalah sebuah konsentrasi kerja strategis. Kerja prioritas bersifat merespon politik yang cepat dengan efisien. Untuk itulah organisasi dibangun dan dipelihara. Prioritas terdiri dari beberapa penggolongan, yaitu:
1.  Prioritas Isyu/Tuntutan
2.  Prioritas Geografis
3.  Prioritas Sektor
4.  Prioritas Bentuk Perjuangan
5.  Prioritas Departemen
6.  Prioritas Momentum

Kerja-kerja prioritas ini seharusnya tidak boleh lama mengganggu standar tetap organisasi atau sebaliknya. Bahkan antara standar tetap organisasi dan kerja-kerja prioritas adalah saling berdialektis untuk saling menguatkan. Apabila kerja prioritas ini mengganggu standar tetap organisasi maka organisasi akan mengalami kerusakan di beberapa tempat.

Kerusakan ini akan menghambat perkembangan dan kehidupan organisasi. Apabila standar tetap organisasi menghambat atau tidak bisa melihat kerja—dan tugas—prioritas yang harus segera dilaksanakan maka organisasi hanya sebagai sebuah birokratik yang tidak mampu merespon kebutuhan strategis perjuangan.

VI. Antara Rakyat-Massa-Anggota-Kader

Apa arti rakyat?
Rakyat adalah semua orang berada dalam posisi ditindas oleh kekuatan rezim otoriter. Rakyat terdiri dari Klas bawah, yaitu kaum buruh, kaum tani dan kaum miskin kota. Klas menengah yaitu kaum intelektual, pemuda/mahasiswa/pelajar, dan kaum profesional. Rakyat bisa saja sadar akan ketertindasannya dan bisa juga tidak sadar akan ketertindasannya atau nrimo.
Apa arti massa?
Massa adalah bagian dari rakyat yang sadar dan melawan dengan berbagai macam cara.

Apa arti anggota?
Anggota adalah bagian dari organisasi dan yang memiliki hak tanggung jawab. Terikat pada disiplin organisasi dan bekerja secara minimal, yaitu membayar iuran anggota, membagikan selebaran dan bacaan organisasi.

Apa arti kader?
Kader adalah bagian dari anggota yang terikat pada disiplin dan bekerja secara maksimal.

VII. Tugas, Tanggung Jawab dan Hak Anggota-kader

Apa tugas anggota?
1.   Mendaftar asset dan access dan diserahkan untuk digunakan oleh organisasi.
2.   Memberikan informasi pada organisasi.
3.   Menyebar luaskan bulletin dan selebaran reguler.
4.   Tinggal dan membangun basis di desa, kampung, kelurahan, pabrik dan kampus.
5. Melaporkan secara reguler teratur laporan kerja dan menjalankan instruksi dari organisasi.
6.   Melancarkan perjuangan massa rakyat dengan berbasiskan tuntutan ekonomi/politik.
Apa tanggung jawab anggota?
1.   Membayar iuran anggota.
2.   Disiplin dan patuh terhadap prinsip, progaram dan arahan organisasi.
3.   Menjaga nama baik organisasi.
Apa hak anggota?
1.  Mendapatkan bulletin dan selebaran reguler.
2.  Mendapatkan Pendidikan Politik Dasar
3.  Mengikuti forum diskusi dan pendidikan.
4.  Mengikuti konperensi pada tingkatan basis (ranting).

Apa tugas kader?
1.  Mendaftar asset dan access dan diserahkan untuk digunakan oleh organisasi.
2.  Memberikan informasi pada organisasi.
3.  Menyebar luaskan bulletin dan selebaran reguler.
4.  Tinggal dan membangun basis didesa, kampung, kelurahan, pabrik dan kampus.
5.  Melaporkan secara reguler laporan kerja dan menjalankan instruksi dari organisasi.
6.  Melancarkan perjuangan massa rakyat dengan berbasiskan tuntutan ekonomi/politik.

Apa tanggung jawab kader?
1.  Membayar iuran anggota.
2.  Membina dan memberikan diskusi pendidikan pada anggota.
3.  Membina dan memberikan diskusi pendidikan pada massa rakyat dimana dia tinggal.
4.  Memimpin ranting atau cabang organisasi.

Apa hak kader? 
1.  Mendapatkan bulletin dan selebaran reguler.
2.  Mendapatkan Pendidikan Politik Dasar.
3.  Mendapatkan Pendidikan Politik Lanjut.
4.  Mengikuti forum diskusi dan pendidikan.
5.  Mengikuti konperensi/kongres pada tingkatan ranting/cabang/daerah/ nasional


Apa yang menjadi tugas minimal anggota sebagai seorang AGITPROP (agitator dan propagandis) di tengah massa rakyat?
Anggota ditengah massa rakyat bertugas untuk mempropagandakan:
1.  Program perjuangan organisasi.
2.  Keharusan massa rakyat untuk berjuang.
3.  Keharusan massa rakyat untuk berorganisasi
4.  Keharusan massa rakyat untuk mendukung program perjuangan organisasi.
5.  Keharusan massa rakyat untuk percaya pada masa depan yang lebih baik yang ada dalam sistem yang kerakyatan, adil dan demokratis.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.